Kali ini saya ingin mem-posting beberapa desain batik sangat sederhana yang baru saya buat. Langsung saja seperti berikut desain saya:
Desain Batik 1
Design Batik 2
Design Batik 3
Design Batik 4
Design Batik 5
Design Batik 6
Design Batik 7
Semoga desain sederhana saya ini bermanfaat. :)
Feel free to leave comment for requesting No Watermark Version of all those batik design. :)
design picture art background power point template simple chocolate color colorful designer simple design free template free presentation vector design free download background power point template free design traditional culture wallpaper colorful wallpaper cultural wallpaper design
Kali ini saya ingin mem-posting beberapa desain batik sangat sederhana yang baru saya buat. Langsung saja seperti berikut desain saya:
Desain Batik 1
Desain Batik 2
Desain Batik 3
Desain Batik 4
Desain Batik 5
Semoga desain sederhana saya ini bermanfaat. :)
Feel free to leave comment for requesting No Watermark Version of all those batik design. :)
design picture art background power point template simple chocolate color colorful designer simple design free template free presentation vector design free download background power point template free design traditional culture wallpaper colorful wallpaper cultural wallpaper design
Sudah lama tidak bermain dengan desain, kali ini saya ingin mem-posting beberapa desain wallpapaer sangat sederhana yang baru saya buat. Langsung saja seperti berikut desain saya:
Colorful Wallpaper Design 1
Colorful Wallpaper Design 2
Colorful Wallpaper Design 3
Colorful Wallpaper Design 4
Colorful Wallpaper Design 5
Semoga desain sederhana saya ini bermanfaat. :)
Feel free to leave comment for requesting No Watermark Version of all those wallpaper. :)
Mencari wisata alam yang bisa menyegarkan kembali pikiran saat weekend? Kebun Raya Bogor bisa menjadi salah satu alternatif. Minggu lalu saya kesana bersama teman saya. Tujuan saya selain bisa liburan, saya bisa hunting foto dan video juga. :)
Saya kesana dari Jakarta pada sabtu siang, dengan naik KRL dari stasiun Tanah Abang. Biaya naik KRL dari Jakarta ke Bogor sangat murah. Setara dengan biaya kita naik angkot, yaitu 4500 rupiah. Dari stasiun Tanah Abang, saya turun di Stasiun Bogor. Dari Stasiun Bogor, saya naik Angkot 02 tujuan Sukasari dan turun di depan pintu masuk Kebun Raya Bogor. Tarif angkotnya 3500 per orang.
Di pintu masuk, kita bisa membeli tiket seharga 14000 rupiah. Apabila kita bawa mobil, juga bisa dibawa masuk ke dalam dengan biaya tambahan dan kita bisa keliling dengan menggunakan mobil yang kita bawa.
Begitu masuk, kita sudah disambut dengan hijaunya alam. Banyak pepohonan besar dan jarang terdengar suara kendaraan bermotor. Intinya seolah-olah kita sedang berada di hutan. Selain itu ada beberapa spot bagus untuk menggelar tikar sambil makan-makan bersama keluarga seperti di tepi danau depan Istana Bogor.
Untuk makanan dan minuman, di dalam Kebun Raya Bogor ada beberapa penjual. Ada eskrim seharga 3000, Rujak buah, nasi kuning, dan sejenisnya seharga 10000.
Oya, sebelum kesana, menurut saya ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan diantaranya:
1. Lebih baik kita bawa lotion anti nyamuk seperti autan karena disana banyak sekali nyamuk.
2. Bawa Topi atau Payung karena cuacanya ketika panas lumayan terik dan juga jaga-jaga kalau tiba-tiba turun hujan.
3. Bawa makanan dan minuman sendiri. Lebih praktis dan sehat.
4. Pastikan batrei HP atau kamera kita full untuk kebutuhan hunting foto disana. :).
Sekian informasi dari saya, terimakasih sudah membaca.
Yogyakarta. Kota yang selama ini memang sudah masuk di dalam wish list travelling saya, akhirnya bulan Desember kemarin terlaksana juga. Sebenarnya saya travelling selama 2 hari, namun dibagi satu hari di Magelang dan satu hari di Yogyakarta. Beberapa destinasi wisata yang saya kunjungi kali ini adalah sebagai berikut:
1. Monumen Jogja Kembali (Monjali).
Lokasi Monjali terletak di jalan Monjali, yaitu diantara Magelang - Yogyakarta. Monjali bentuknya semacam museum. Ada sekitar 3 lantai di dalamnya. Biaya masuknya adalah sepuluh ribu rupiah per orang. Isinya adalah diorama perjuangan RI. Jadi ketika kita berkunjung kesana, kita disuguhi dengan patung-patung pahlawan Indonesia dengan setting seolah-olah kita sedang menyaksikan secara langsung peristiwa tersebut.
Selain itu, di Monjali juga ada semacam museum. Kita bisa melihat berbagai macam atribut perjuangan jaman dulu. Tidak hanya berupa koleksi barang, namun juga ada semacam ruang pengadilan jaman dulu.
2. Malioboro.
Malioboro mungkin sudah menjadi semacam icon kota Yogyakarta. Malioboro adalah sebuah jalan yang kanan kirinya banyak toko-toko yang menjual beraneka macam barang khas Yogyakarta.
3. Taman Sari.
Kalau saya tidak salah, Taman Sari adalah semacam istana kerajaan jaman dulu yang khusus digunakan sebagai tempat pemandian puteri-puteri keraton. Arsitektur Taman Sari sangat menarik. Biaya masuknya pun hanya lima ribu rupiah. Begitu masuk, sudah ada banyak guide yang siap untuk memandu. Saya sendiri, tidak menggunakan jasa guide tersebut.
4. Alun-Alun Selatan.
Alun-alun ini terkenal dengan semacam permainannya. Awalnya saya tidak tahu namanya apa, tapi setelah googling saya menjadi tahu kalau nama permainan tersebut adalah Masangin (Masuk antara dua beringin). Jadi, disini kita bisa mencoba untuk menutup mata kita dengan selembar kain lalu berjalan lurus untuk melewati bagiah tengah dari dua pohon beringin yang tertanam di bagian tengah alun-alun. Disana begitu kita turun dari mobil, banyak orang yang menawarkan kain penutup mata. Tarifnya seikhlasnya. Saya sendiri waktu itu membayar sepuluh ribu rupiah karena saya berhasil jalan lurus melewati beringin dan kebetulan di tas saya ada uang sepuluh ribu. hehe.
5. Ratu Boko.
Ratu Boko adalah semacam kompleks candi namun candi yang belum jadi. Untuk kesini, kita bisa membeli tiket terusan dari Candi Prambanan seharga 45 ribu rupiah. Dengan tiket ini, kita akan diantar dengan menggunakan mobil Elf dari prambanan. Lokasinya di pegunungan sehingga view nya bagus untuk difoto.
6. Candi Prambanan.
Ini adalah candi yang terkenal dengan legenda Roro Jonggrangnya. Pemandangan di luar komplek candi juga bagus untuk dijadikan obyek foto. Waktu saya kesana cuaca sedang hujan. Namun tidak perlu khawatir karena kalau kita tidak sedang membawa payung, karena di sana banyak yang menawarkan sewa payung seharga lima ribu rupiah.
Saya sudah membuat dokumentasi video untuk liburan saya ini dan bisa dilihat pada link berikut:
Tips untuk liburan ke Yogyakarta:
1. Jangan lupa membawa payung atau topi, karena selain bisa melindungi kita dari hujan, akan berguna juga disaat cuaca panas. Karena kita harus berjalan cukup jauh biasanya kalau mengunjungi tempat wisata di pegunungan atau di komplek candi.
2. Pastikan batrei hp penuh, karena banyak obyek menarik untuk difoto.
3. Siapkan uang pecahan 5 ribuan atau 10 ribuan untuk membeli tiket masuk atau untuk menyewa payung, dll.
Tanggal 20 Desember 2014 kemarin, saya dan 10 orang teman kantor travelling ke Gunung Padang Cianjur dengan menggunakan jasa travel yang sudah saya kenal sebelumnya. Kami berangkat dari Plasa Semanggi sekitar jam 7 pagi dengan naik kendaraan ELF.
Begitu sampai di tol menuju Ciawi, ternyata jalannya masih ditutup karena diberlakukannya satu jalur. Akhirnya kita menunggu lumayan lama sekitar setengah jam atau lebih. Setelah itu jalanan mulai lancar.
Setelah beberapa jam perjalanan akhirnya kami sampai di Cianjur. Kalau tidak salah sekitar jam 12 an. Lebih lambat dari jadwal yang seharusnya karena jalan ditutup tadi. Tempat pertama yang kita tuju adalah Stasiun Lampengan.
Stasiun Lampengan adalah stasiun kereta api jaman dulu. Dibangun sekitar tahun 1800an kalau tidak salah. Disini ada sebuah terowongan kereta yang menjadi objek foto pagi pengunjung. Kalau bagi saya pribadi sih, tempat ini tidak menarik untuk dikunjungi. Kita hanya berfoto-foto saja di depan terowongan.
Usai berfoto-foto, kami lanjut ke tujuan selanjutnya yaitu Situs Megalitikum Gunung Padang. Lama perjalanan yang ditempuh saya tidak ingat pasti, kalo tidak salah antara setengah sampai satu jam.
Ketika sampai di Gunung Padang, ternyata mobil travel kami tidak bisa menurunkan kami di depan pintu masuk Gunung Padangnya, karena waktu itu lagi penuh parkirnya kalau tidak salah. Akhirnya kami harus berjalan kaki menuju pintu masuk Gunung Padang. Jaraknya sekitar 100-200 meter. Lumayan jauh. Sebenarnya kita bisa naik ojek, karena disana banyak tukang ojek yang menawarkan jasanya dengan tarif 5 ribu rupiah. Namun karena yang lain sudah terlanjur jalan, akhirnya kita memutuskan untuk melanjutkan jalan kaki.