Tampilkan postingan dengan label Bagi-Bagi Info. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bagi-Bagi Info. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 November 2015

Jakarta Fashion Food Expo 2015

Hari sabtu kemarin, saya berencana untuk keluar jalan-jalan bersama teman saya. Tujuan utama saya sih seperti biasanya, hunting foto. Hehe. Setelah googling sana sini untuk mencari apakah ada acara menarik di Jakarta untuk hari sabtu itu, akhirnya saya dan teman saya memutuskan untuk ke Kota Tua karena disana sedang ada acara Jakarta Fashion Food Expo 2015.

Saya sampai di Kota Tua sekitar pukul 1 siang. Cuacanya tentu saja sangat panas karena siang hari bolong. Karena cuaca panas ini akhirnya saya dan teman saya memutuskan untuk masuk ke dalam Museum Sejarah (Museum Fatahillah) karena kebetulan juga kami melihat spanduk acara JFFE ada di depan museum ini. Setelah membeli tiket seharga Rp. 5000,- per orang, saya dan teman saya masuk ke museum. 

Disini saya baru tahu kalo pengunjung yang pake sepatu diharuskan menggantinya dengan sandal yang disediakan di Museum. Kami melihat-lihat koleksi yang dipamerkan disini dan begitu lihat salah satu jendela museum ternyata di area terbuka dari museum ini sedang dilakukan gladi resik fashion show untuk acara JFFE yang akan dilangsungkan pada malam harinya. Saya dan teman saya akhirnya menuju ke depan panggung gladi resik tersebut dan tentunya sambil jeprat-jepret. hehe..






Sekitar jam 3 sore kami kembali ke area tengah kawasan Kota Tua ini. Ketika sedang duduk-duduk, kami mendengar dan melihat dari big screen yang dipasang di depan Museum Seni Rupa, bahwa sedang ada konser dari Andien, penyanyi jazz Indonesia. Akhirnya saya dan teman saya kesana untuk menyaksikan dan tentu saja untuk jeprat-jepret. Hehe.. 







Setelah Andien selesai tampil, di panggung ini ada band Keraton yang juga tampil. Namun, saya dan teman saya hanya melihat satu lagu saja ketika band ini tampil karena sore itu kami akan nongkrong di Plaza Semanggi. 


Ya, demikian tulisan saya tentang JFFE 2015. Terimakasih sudah mampir di blog saya. :)


Minggu, 20 September 2015

KulineReview: Dabelyuw Plaza Semanggi


Mulai postingan kali ini, saya akan menambahkan topik tulisan baru di blog saya yang saya kasih nama KulineReview. Topik ini akan membahas mengenai makanan atau tempat makan yang pernah saya kunjungi. Untuk topik pembahasan pertama saya akan membahas tempat makan Dabelyuw, yang bertempat di Plaza Semanggi, Lantai 3A.

Jadi ceritanya saya sudah beberapa kali makan di tempat ini. Kayaknya sudah 5 kali lebih. Pertama kali menemukan tempat ini secara tidak sengaja sebenarnya. Waktu itu saya sedang cari makan dengan teman saya dan coba-coba menjelajah ke bagian pojok dalam dari Foodcourt Plaza Semanggi, lalu melihat menu dan porsi yang ditawarkan oleh tempat makan ini, saya dan teman saya langsung tertarik untuk mencoba. Dan sejak pengalaman pertama saya tersebut, saya jadi tidak ragu untuk kembali lagi ke tempat makan ini.

Dabelyuw adalah tempat makan yang menyajikan masakan western. Dari sisi harga yaitu antara Rp. 28.000 hingga Rp.40.000. Namun sering juga ada promosi, sekitar Rp.42.000 untuk 2 paket makan dan minum. Dan yang paling bikin saya kembali ke tempat ini adalah porsi makanannya yang banyak. Kalo dari sisi rasa, bagi saya cukup lumayan lah, buktinya saya sering kembali ke tempat ini. Dari sisi tempat, lokasinya sangat di pojok. Tidak kelihatan apabila kita berada di bagian tengah foodcourt. Namun, meskipun tempatnya "terpencil", sepertinya tidak membuat tempat makan ini sepi pembeli. Setiap saya kesana, pembelinya selalu banyak.

Oke, agar lebih jelas maka saya akan menyajikan beberapa foto makanannya ya. Check this out:

Makanan ini saya lupa namanya apa. Harganya Rp. 32.000,-


Tory Chicken. Harga: Rp. 28.000,-
Oiya, untuk minumannya variasinya tidak banyak. Hanya ada Es Teh Manis, Teh Botol, dan Air Mineral. 
Tory Chicken

Ini Porsi Minuman Es Teh Manisnya. Harga: Rp. 6000,-
Demikian review dari saya. Semoga bermanfaat. :)

Minggu, 16 Agustus 2015

Pemandangan Alam Dari Dalam Kereta Jakarta - Bandung

Beberapa waktu lalu, untuk pertama kalinya saya pergi ke Bandung dengan naik kereta dari Stasiun Gambir Jakarta. Saya berangkat pagi hari waktu itu. Sebelumnya saya terbiasa naik travel apabila pergi ke Bandung dan karena pengalaman pertama naik kereta ke Bandung ini, saya jadi mengetahui bahwa pemandangan alam yang dilewati oleh jalur kereta Jakarta Bandung ini sangat indah. Mulai dari persawahan, gunung, hutan, dll. Saya sudah mendokumentasikan keindahan alam Indonesia ini ke dalam sebuah video yang saya rekam dengan menggunakan kamera HP saya. Videonya sudah saya edit dan saya upload di Youtube. Berikut adalah videonya:


Semoga gambaran video ini bisa menambah kebanggaan kita terhadap Indonesia yang begitu banyak memiliki keindahan alam. 

Sabtu, 18 April 2015

Desain Batik Saya

Kali ini saya ingin mem-posting beberapa desain batik sangat sederhana yang baru saya buat. Langsung saja seperti berikut desain saya:

Desain Batik 1

Design Batik 2

Design Batik 3

Design Batik 4

Design Batik 5

Design Batik 6

Design Batik 7

Semoga desain sederhana saya ini bermanfaat. :)

Feel free to leave comment for requesting No Watermark Version of all those batik design. :)

design picture art background power point template simple chocolate color colorful designer simple design free template free presentation vector design free download background power point template free design traditional culture wallpaper colorful wallpaper cultural wallpaper design 

Sabtu, 21 Februari 2015

My Batik Design

Kali ini saya ingin mem-posting beberapa desain batik sangat sederhana yang baru saya buat. Langsung saja seperti berikut desain saya:


Desain Batik 1

Desain Batik 2

Desain Batik 3

Desain Batik 4

Desain Batik 5

Semoga desain sederhana saya ini bermanfaat. :)

Feel free to leave comment for requesting No Watermark Version of all those batik design. :)

design picture art background power point template simple chocolate color colorful designer simple design free template free presentation vector design free download background power point template free design traditional culture wallpaper colorful wallpaper cultural wallpaper design 

Kamis, 19 Februari 2015

My Colorful Wallpaper Design

Kali ini saya ingin mem-posting beberapa desain wallpapaer sangat sederhana yang baru saya buat. Langsung saja seperti berikut desain saya:

Colorful Wallpaper Design 1

Colorful Wallpaper Design 2

Colorful Wallpaper Design 3

Colorful Wallpaper Design 4

Semoga desain sederhana saya ini bermanfaat. :)

Feel free to leave comment for requesting No Watermark Version of all those wallpaper. :)

My Wallpaper Design

Sudah lama tidak bermain dengan desain, kali ini saya ingin mem-posting beberapa desain wallpapaer sangat sederhana yang baru saya buat. Langsung saja seperti berikut desain saya:

Colorful Wallpaper Design 1

Colorful Wallpaper Design 2

Colorful Wallpaper Design 3

Colorful Wallpaper Design 4

Colorful Wallpaper Design 5

Semoga desain sederhana saya ini bermanfaat. :)

Feel free to leave comment for requesting No Watermark Version of all those wallpaper. :)

Rabu, 14 Januari 2015

Travelling ke Kebun Raya Bogor

Mencari wisata alam yang bisa menyegarkan kembali pikiran saat weekend? Kebun Raya Bogor bisa menjadi salah satu alternatif. Minggu lalu saya kesana bersama teman saya. Tujuan saya selain bisa liburan, saya bisa hunting foto dan video juga. :)

Saya kesana dari Jakarta pada sabtu siang, dengan naik KRL dari stasiun Tanah Abang. Biaya naik KRL dari Jakarta ke Bogor sangat murah. Setara dengan biaya kita naik angkot, yaitu 4500 rupiah. Dari stasiun Tanah Abang, saya turun di Stasiun Bogor. Dari Stasiun Bogor, saya naik Angkot 02 tujuan Sukasari dan turun di depan pintu masuk Kebun Raya Bogor. Tarif angkotnya 3500 per orang.

Di pintu masuk, kita bisa membeli tiket seharga 14000 rupiah. Apabila kita bawa mobil, juga bisa dibawa masuk ke dalam dengan biaya tambahan dan kita bisa keliling dengan menggunakan mobil yang kita bawa.

Begitu masuk, kita sudah disambut dengan hijaunya alam. Banyak pepohonan besar dan jarang terdengar suara kendaraan bermotor. Intinya seolah-olah kita sedang berada di hutan. Selain itu ada beberapa spot bagus untuk menggelar tikar sambil makan-makan bersama keluarga seperti di tepi danau depan Istana Bogor.

Untuk makanan dan minuman, di dalam Kebun Raya Bogor ada beberapa penjual. Ada eskrim seharga 3000, Rujak buah, nasi kuning, dan sejenisnya seharga 10000.

Oya, sebelum kesana, menurut saya ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan diantaranya:
1. Lebih baik kita bawa lotion anti nyamuk seperti autan karena disana banyak sekali nyamuk.
2. Bawa Topi atau Payung karena cuacanya ketika panas lumayan terik dan juga jaga-jaga kalau tiba-tiba turun hujan.
3. Bawa makanan dan minuman sendiri. Lebih praktis dan sehat.
4. Pastikan batrei HP atau kamera kita full untuk kebutuhan hunting foto disana. :).

Sekian informasi dari saya, terimakasih sudah membaca.

Sabtu, 10 Januari 2015

Travelling ke Yogyakarta

Yogyakarta. Kota yang selama ini memang sudah masuk di dalam wish list travelling saya, akhirnya bulan Desember kemarin terlaksana juga. Sebenarnya saya travelling selama 2 hari, namun dibagi satu hari di Magelang dan satu hari di Yogyakarta. Beberapa destinasi wisata yang saya kunjungi kali ini adalah sebagai berikut:

1. Monumen Jogja Kembali (Monjali).
Lokasi Monjali terletak di jalan Monjali, yaitu diantara Magelang - Yogyakarta. Monjali bentuknya semacam museum. Ada sekitar 3 lantai di dalamnya. Biaya masuknya adalah sepuluh ribu rupiah per orang. Isinya adalah diorama perjuangan RI. Jadi ketika kita berkunjung kesana, kita disuguhi dengan patung-patung pahlawan Indonesia dengan setting seolah-olah kita sedang menyaksikan secara langsung peristiwa tersebut.


Selain itu, di Monjali juga ada semacam museum. Kita bisa melihat berbagai macam atribut perjuangan jaman dulu. Tidak hanya berupa koleksi barang, namun juga ada semacam ruang pengadilan jaman dulu.

2. Malioboro.
Malioboro mungkin sudah menjadi semacam icon kota Yogyakarta. Malioboro adalah sebuah jalan yang kanan kirinya banyak toko-toko yang menjual beraneka macam barang khas Yogyakarta.


3. Taman Sari.
Kalau saya tidak salah, Taman Sari adalah semacam istana kerajaan jaman dulu yang khusus digunakan sebagai tempat pemandian puteri-puteri keraton. Arsitektur Taman Sari sangat menarik. Biaya masuknya pun hanya lima ribu rupiah. Begitu masuk, sudah ada banyak guide yang siap untuk memandu. Saya sendiri, tidak menggunakan jasa guide tersebut.


4. Alun-Alun Selatan.
Alun-alun ini terkenal dengan semacam permainannya. Awalnya saya tidak tahu namanya apa, tapi setelah googling saya menjadi tahu kalau nama permainan tersebut adalah Masangin (Masuk antara dua beringin). Jadi, disini kita bisa mencoba untuk menutup mata kita dengan selembar kain lalu berjalan lurus untuk melewati bagiah tengah dari dua pohon beringin yang tertanam di bagian tengah alun-alun. Disana begitu kita turun dari mobil, banyak orang yang menawarkan kain penutup mata. Tarifnya seikhlasnya. Saya sendiri waktu itu membayar sepuluh ribu rupiah karena saya berhasil jalan lurus melewati beringin dan kebetulan di tas saya ada uang sepuluh ribu. hehe.


5. Ratu Boko.
Ratu Boko adalah semacam kompleks candi namun candi yang belum jadi. Untuk kesini, kita bisa membeli tiket terusan dari Candi Prambanan seharga 45 ribu rupiah. Dengan tiket ini, kita akan diantar dengan menggunakan mobil Elf dari prambanan. Lokasinya di pegunungan sehingga view nya bagus untuk difoto.


6. Candi Prambanan.
Ini adalah candi yang terkenal dengan legenda Roro Jonggrangnya. Pemandangan di luar komplek candi juga bagus untuk dijadikan obyek foto. Waktu saya kesana cuaca sedang hujan. Namun tidak perlu khawatir karena kalau kita tidak sedang membawa payung, karena di sana banyak yang menawarkan sewa payung seharga lima ribu rupiah.

Saya sudah membuat dokumentasi video untuk liburan saya ini dan bisa dilihat pada link berikut:



Tips untuk liburan ke Yogyakarta:
1. Jangan lupa membawa payung atau topi, karena selain bisa melindungi kita dari hujan, akan berguna juga disaat cuaca panas. Karena kita harus berjalan cukup jauh biasanya kalau mengunjungi tempat wisata di pegunungan atau di komplek candi.
2. Pastikan batrei hp penuh, karena banyak obyek menarik untuk difoto.
3. Siapkan uang pecahan 5 ribuan atau 10 ribuan untuk membeli tiket masuk atau untuk menyewa payung, dll.

Rabu, 07 Januari 2015

Travelling ke Gunung Padang, Cianjur

Tanggal 20 Desember 2014 kemarin, saya dan 10 orang teman kantor travelling ke Gunung Padang Cianjur dengan menggunakan jasa travel yang sudah saya kenal sebelumnya. Kami berangkat dari Plasa Semanggi sekitar jam 7 pagi dengan naik kendaraan ELF.

Begitu sampai di tol menuju Ciawi, ternyata jalannya masih ditutup karena diberlakukannya satu jalur. Akhirnya kita menunggu lumayan lama sekitar setengah jam atau lebih. Setelah itu jalanan mulai lancar.

Setelah beberapa jam perjalanan akhirnya kami sampai di Cianjur. Kalau tidak salah sekitar jam 12 an. Lebih lambat dari jadwal yang seharusnya karena jalan ditutup tadi. Tempat pertama yang kita tuju adalah Stasiun Lampengan.

Stasiun Lampengan adalah stasiun kereta api jaman dulu. Dibangun sekitar tahun 1800an kalau tidak salah. Disini ada sebuah terowongan kereta yang menjadi objek foto pagi pengunjung. Kalau bagi saya pribadi sih, tempat ini tidak menarik untuk dikunjungi. Kita hanya berfoto-foto saja di depan terowongan.

Usai berfoto-foto, kami lanjut ke tujuan selanjutnya yaitu Situs Megalitikum Gunung Padang. Lama perjalanan yang ditempuh saya tidak ingat pasti, kalo tidak salah antara setengah sampai satu jam.

Ketika sampai di Gunung Padang, ternyata mobil travel kami tidak bisa menurunkan kami di depan pintu masuk Gunung Padangnya, karena waktu itu lagi penuh parkirnya kalau tidak salah. Akhirnya kami harus berjalan kaki menuju pintu masuk Gunung Padang. Jaraknya sekitar 100-200 meter. Lumayan jauh. Sebenarnya kita bisa naik ojek, karena disana banyak tukang ojek yang menawarkan jasanya dengan tarif 5 ribu rupiah. Namun karena yang lain sudah terlanjur jalan, akhirnya kita memutuskan untuk melanjutkan jalan kaki.

Sabtu, 03 Januari 2015

Paskal Food Market

Kali ini saya akan post tulisan saya mengenai Paskal Food Market yang ada di kawasan Hyper Square, Jalan Pasar Kaliki Bandung. Jadi ceritanya, minggu lalu saya liburan ke Bandung dan menginap di hotel tempat teman saya menginap yaitu di Hilton. Hotel ini berada di Jalan Pasar Kaliki. Nah, setelah googling dan tanya ke teman untuk mencara informasi mengenai tempat wisata Bandung di daerah Pasir Kaliki, akhirnya saya merencanakan untuk ke HyperSquare Bandung. Tidak lain karena letaknya sangat dekat dengan hotel Hilton. Dari hotel, saya hanya tinggal jalan kaki saja sekitar 5 menit.

Begitu sampai di area HyperSquare, awalnya saya bingung kenapa isinya cuma ruko-ruko saja. Ya memang ada beberapa cafe juga sih, tapi kok tidak seperti yang diceritakan teman saya yang orang Bandung. Akhirnya saya keliling ke setiap bagian ruko, dan ternyata baru tahu kalo Paskal Food Marketnya ada di bagian belakang sekali. Akhirnya saya dan teman saya kesitu.

Paskal Food Market
Waktu itu malam minggu, jadi suasananya lumayan ramai. Ya meskipun lagi gerimis juga. Jadi di Paskal Food Market ini, kita bisa membeli macam-macam makanan. Banyak sekali makanan tradisional yang dijual disini dan harganya murah. Saya sendiri membeli Serabi dengan kuah santan yang memang sudah lama saya ingin makan makanan ini. Harganya Rp. 9000.  Selain makanan, disini juga ada live music. Namun karena sepertinya waktu itu lagi hujan, jadinya tidak ada.

Serabi

Rujak Juhi

Beberapa waktu lalu ketika saya main ke Bandung, di daerah deretan ruko yang ada di kawasan Hyper Square, ada yang menjual Rujak Juhi. Saya penasaran untuk mencoba namun setelah saya tanya beberapa teman yang pernah tinggal di Bandung, mereka tidak ada yang tahu sebenarnya seperti apa Rujak Juhi itu. Lalu, saya sempat googling tentang Rujak Juhi ini, namun dari beberapa artikel yang ada menjelaskan tentang Rujak Juhi betawi. Awalnya saya tertarik mencoba karena saya pikir bahwa makan ini adalah makanan khas bandung, namun setelah saya beberapa teman dan juga berdasarkan hasil googling, akhirnya saya tidak jadi mencoba membeli Rujak Juhi di Bandung ini.

Nah, beberapa waktu setelah itu ketika saya pesan makan di salah satu stand makanan di food court area di mall Taman Anggrek, ada makanan yang sedang dipesan oleh seorang ibu-ibu di sebelah saya. Ketika saya tanya ke penjualnya itu makanan apa, ternyata itu adalah Rujak Juhi. Ibu-ibu yang mendengar saya tanya tentang itu apa langsung merekomendasikan saya untuk pesan Rujak Juhi tersebut karena menurutnya rasanya lumayan enak. Akhirnya saya membatalkan pesanan nasi goreng saya dan menggantinya dengan Rujak Juhi. Seperti berikut penampakan Rujak Juhi ini.

Rujak Juhi

Awalnya saya nggak tahu daging kering yang disuwir-suwir itu daging apa karena rasanya bukan daging ayam. Setelah googling saya baru tahu bahwa sebenarnya daging suwir itu adalah daging cumi yang sudah dikeringkan dan kemudian disuwir-suwir. Secara umum rasa Rujak Juhi ini mirip kayak gado-gado kalo menurut saya. Isinya ada lontong, sayuran, nanas, kerupuk ikan, dan suwiran daging cumi.

Kembang Api di Monas, Jakarta.

Video ini sebenarnya sudah tahun lalu saya rekam ketika saya mau pulang usai menonton konser penutupan Jakarta Japan Matsuri Festival 2013 yang kebetulan juga dilangsungkan di Monas. Begitu jalan kaki menuju parkiran, ternyata ada kembang api juga yang sedang dinyalakan akhirnya saya rekam karena menurut saya ini adalah moment yang menarik. Saya tertarik untuk mengupload di channel Youtube saya karena kebetulan moment-nya bertepatan dengan tahun baru 2015. Berikut videonya.



Minggu, 07 Desember 2014

Travelling di Singapura

Kali ini saya akan share pengalaman saya saat travelling di Singapura. Jadi beberapa bulan yang lalu, saya mendapat tugas dari kantor untuk mengikuti training di Singapura. Trainingnya berlangsung sekitar 5 hari. Kebetulan ini pertama kalinya saya ke Singapura, sehingga ada kesempatan untuk mengunjungi beberapa tempat wisata di negeri yang terkenal dengan patung Merlion-nya ini.

Waktu itu saya berangkat dari Jakarta pada hari minggu pagi, karena training yang akan saya ikuti akan dimulai hari seninnya. Karena ini adalah pengalama pertama dan saya berangkat sendirian, awalnya setelah sampai bandara Changi saya agak bingung mengenai dimana saya bisa naik MRT, dan bagaimana detail caranya. Tapi ternyata tidak banyak yang perlu dikhawatirkan ketika travelling di Singapura, karena informasi petunjuk ada dimana-mana. Kalo masih bingung, kita bisa tanya ke orang-orang yang ada disana karena mereka dengan senang hati membantu. Akhirnya setelah melihatpapan informasi, saya langsung menuju ke MRT Station yang ada di Changi. 

Begitu sampai di MRT Station,  awalnya saya bingung tentang bagaimana cara membeli tiketnya.  Namun,  setelah beberapa saat melihat aktivitas dari orang-orang yang berada di sekitar saya saat itu, akhirnya saya menuju ke sebuah loket untuk membeli kartu MRT. Oleh petugasnya saya ditanya mau beli yang paket apa setelah dia menjelaskan ada beberapa tipe kartu. Akhirnya saya memilih paket kartu 1 minggu. Saya agak lupa berapa harganya, kalo tidak salah sekitar 15 dollar. Oiya, untuk koneksi internet di HP, kita tidak perlu khawatir karena begitu sampai di Changi, kita bisa langsung connect ke free wifi yang disediakan di bandara ini. Cara aktivasinya pun tidak susah. Sehingga tanpa harus membeli kartu selular singapura seperti SingTel pun, kita langsung bisa aktif di whatsapp atau social media lainnya. Balik lagi ke cerita di MRT, akhirnya setelah membeli kartu, saya masuk ke stasiun MRT dengan cara men-tap-kan kartu saya untuk membuka pintu. Di pintu ini kita bisa mengetahui berapa sisa saldo yang ada di kartu kita. Selanjutnya, saya menunggu MRT datang.

Begitu MRT datang, awalnya saya bingung harus naik MRT yang sebelah kiri apa yang sebelah kanan. Namun akhirnya saya berpikir karena Changi adalah station paling ujung, akhirnya saya bebas pilih MRT yang sebelah manapun.

Di dalam MRT, kalo kita pernah naik KRL di Jakarta, mungkin tidak jauh berbeda. Ketika saya naik waktu itu, penumpangnya tidak terlalu penuh. Banyak juga penumpang hang membawa koper ataupun tas besar seperti saya. Sepertinya memang disana tidak terlalu banyak orang yang menggunakan taksi dari bandara karena sudah ada MRT. Meskipun banyak bangku kosong, tapi banyak penumpang yang memilih berdiri sambil mainan HP. Tidak seperti di Jakarta, ketika naik busway kita merasa khawatir akan ada pencopet yang mengincar HP kita, di Singapura kita tetap merasa aman meskipun mainan HP di dalam transportasi umum. Waktu itu saya naik MRT dari Changi untuk menuju hotel yang ada di daerah Bencoolen, sehingga MRT station terakhir yang saya tuju adalah Bras Basah. Berbekal map MRT yang saya dapat dari internet dan sudah saya print di Jakarta, akhirnya saya transit di salah satu station. Saya lupa nama stationnya. Nah, kita transit ini saya agak kebingungan menuju tempat menunggu MRT ke Bras Basah, akhirnya saya tanya orang dan ternyata orang yang saya tanyai adalah orang Indonesia juga, orang Bandung lebih tepatnya. Akhirnya dia mengantarkan saya ke tempat menunggu MRT jurusan Bras Basah. Singkat cerita saya sampai di Bras Basah sekitar pukul 12.00 waktu Singapura. Kebetulan waktu itu sedabg hujan deras. Tapi beruntung saya sudah menyiapkan payung dari Jakarta, akhirnya saya pakai payung jalan kaki menuju hotl Bencoolen 81 setelah tanya ke beberapa orang mengenai arahnya. Setelah check in, saya istirahat sebentar dan sekalian sholat dhuhur. Agak bingung juga waktu itu saya cari arah kiblat di dalam kamar. Akhirnya saya menggunakan map untuk mengira-ngira arah kiblat.

Selesai sholat, saya bersiap untuk jalan-jalan karena saya ingat kata teman saya bahwa kalau lagi di Singapura jangan menghabiskan waktu di hotel karena banyak tempat menarik yang bisa dikunjungi. Akhirnya meskipun di luar masih hujan deras, saya tetap berangkat menuju ke MRT Station, berbekal MRT map, payung, serta perlengkapan buat foto-foto. Oia, tidak boleh lupa passpor harus selalu dibawa karena passpor berlaku sebagai KTP kita. 

MRT Station
Tempat wisata pertama yang saya tuju adalah Marina Bay, karena dari map yang saya bawa jaraknya tidak terlalu jauh. Intinya dari MRT Station Bras Basah, saya harus menuju ke Station Marina Bay. Ketika saya mulai perjalanan ternyata saya salah turun station. Harusnya saya turun di Station Bayfront. Tapi karena saya tidak tahu dan terlanjur jadinya saya jalan kaki jauh sekali di dalam kondisi hujan. Awalnya saya bingung juga, tapi setelah melihat bangunan Hotel Marina Bay, akhirnya saya semakin yakin untuk jalan kaki. 

Begitu saya sampai di area Marina Bay, saat itu sedang ada acara. Saya lupa acara apa, yang jelas ramai sekali disana. Akhirnya sesuai tujuan awal saya, saya mulai hunting foto dan video di area sini. Saya mengelilingi berbagai tempat disini dengan jalan kaki, dan berikut hasil foto-foto saya disini.










Saya hunting foto dan video disini sampai sekitar jam 5 sore. Setelah itu saya mencari station MRT terdekat untuk kembali ke hotel.

Keesokan harinya, adalah hari pertama saya training. Tempat trainingnya berlokasi di daerah Pasir Panjang. Kalo diibaratkan di Jakarta, mungkin seperti di area Tanjung Priok, pinggirannya Jakarta. Saya dan teman saya naik MRT untuk kesana dan membutuhkan waktu sekitar 45 menit. Cukup jauh untuk ukuran di Singapura yang tidak ada macet.

Sepulang training, sekitar jam 5 sore, saya dan teman saya memutuskan untuk mencoba naik bus untuk kembali ke hotel biar punya pengalaman juga naik bus disini. Setelah cari informasi di google maps, kami dapat nomor bus yang harus dinaiki untuk menuju hotel di daerah Bencoolen. Aplikasi Google Maps di Singapura sangat berguna sekali karena informasi nomor bus juga ditampilkan detail dan akurat sehingga sangat membantu bagi orang asing yang ada di Singapura. Dan sekitar jam 6 sore kami sampai di hotel. 

Halte Bus

Bus Umum
Malam harinya, karena saya tidak mau menyia-nyiakan waktu saya di Singapura, akhirnya saya memutuskan untuk jalan-jalan. Pada hari kedua saya di Singapura ini, saya memutuskan untuk pergi ke Mustafa Center. Ini adalah pusat oleh-oleh Singapura. Bentuknya seperti supermarket tapi besar banget. Saya kesini untuk membeli oleh-oleh sekaligus mencari titipan orang kantor yaitu cokelat Hersheys. Tidak terlalu susah bagi saya untuk ke tempat ini, jaraknya tidak terlalu jauh dari Bencoolen. Di Mustafa Center ini saya membeli beberapa oleh-oleh dan beberapa foto yang saya ambil disini adalah sebagai berikut:





Sama halnya seperti seusai training hari pertama, setelah training hari kedua saya manfaatkan waktu saya untuk jalan-jalan. Saya berangkat dari hotel setelah sholat maghrib. Untuk hari kedua ini, saya pergi ke China Town. Berbekal informasi yang saya dapatkan dari internet, akhirnya saya pergi ke China Town dengan naik bus karena lebih gampang daripada naik MRT. Berikut foto-foto yang saya dapatkan dari China Town.






Usai dari China Town, karena waktunya juga belum terlalu malam, akhirnya saya sekalian pergi ke Bugis Street. Bugis Street ini adalah pusat oleh-oleh juga yang bentuknya seperti pasar. Letaknya kebetulan tidak terlalu jauh dari Hotel saya di daerah Bencoolen. Berikut hasil foto-foto saya.




Untuk tempat-tempat tujuan saya selanjutnya akan saya ceritakan di postingan saya berikutnya agar tidak terlalu panjang. :)